Ringkasan Mengenai Peningkatan Daya Saing dan Pangsa Pasar Dalam Bisnis Otomotif Melalui Brand dan Personal Involvement
Brand Equity sendiri merupakan serangkaian aset yang terkait dengan nama merek dan simbol yang menambah nilai yang diberikan oleh produk atau layanan kepada perusahaan dan pelanggan perusahaan. Brand Equity tercermin dari cara konsumen berpikir, merasakan dan bertidak sehubungan dengan brand atau merek. Semakin baik Brand Equity sebuah merek dilihat dari sudut pandang konsumen, maka cara pandang konsumen terhadap kinerja produk atau merek tersebut akan lebih baik, konsumen akan bereaksi lebih baik terhadap aktivitas pemasaran produk atau merek tersebut, serta mengurangi kerentanan terhadap aktivitas pemasaran yang kompetitif.
Personal Involvement merupakan relevansi yang dirasakan seseorang dari objek berdasarkan kebutuhan, nilai, dan minat yang melekat . Seorang konsumen biasanya akan mengidentifikasi apa yang mereka butuhkan termasuk kebutuhan akan sebuah produk dari sebuah merek, dari kebutuhan tersebut, mereka akan mencoba mencari informasi mengenai produk serta melakukan perbandingan beberapa alternatif sehinga pada akhirnya konsumen akan merasa memiliki relevansi atau kesesuaian dengan sebuah produk berdasarkan kebutuhkannya.
Sensory brand experience akan tercipta saat pelanggan menggunakan merek berbicara orang lain tentang merek, mencari informasi merek, promosi, acara dan sebagainya (Sahin et al 2011:1288), sehingga konsumen lebih mengenal secara lebih mendalammengenai merek yang bersangkutan. Semakin kuat sensasi yang dirasakan oleh konsumen yang ditimbulkan oleh rangsangan terkait merek sehingga membangkitkanketertarikan, merek yang sesuai dengan kebutuhan konsumen akan menguatkan Brand Equity dari suatu produk.
Brand Awareness adalah kondisi ketika konsumen mengenali dan mengingat merek atau nama perusahaan tertentu ketika akan melakukan pembelian (Clow dan Baack, 2018:159).Semakin banyak konsumen yang mengetahui atau mengenal merek atau perusahaan yang sesuai dengan kebutuhannya, konsumen akan mencari dan lebih memilih produk atau merek yang mereka kenal daripada yang tidak mereka kenal atau tidak kenal. Secara alami, semakin banyak konsumen mengetahui merek suatu produk, maka konsumen akan semakin mencari produk atau merek tersebut untuk memenuhi kebutuhannya. Ini pasti akan meningkatkan nilai merek merek atau perusahaan yang ada. pikiran konsumen. Hal ini sesuai dengan penelitian Macdonald dan Sharp (2003) bahwa H3 Kesadaran merek berpengaruh terhadap ekuitas merek.
Brand Image merupakan persepsi merek yang tercermin dari ikatan merek yang diingat dalam memori konsumen (Keegan dan Green, 2015:319). Hal ini sesuaidengan penelitian yang dilakukan oleh Lau and Phau, (2007), yang menyatakan Brand Image dalam benak atau pikiran konsumen akan mencerminkan makna simbolis dari konsumsi dan mengidentifikasi kebutuhan sehingga membuat Brand Equity yang dimiliki oleh suatu produk dalam benak konsumen akan semakin kuat.
Hal ini berarti Sensory Brand Experience merupkan hal yang penting yang harus difasilitasi dan ditingkatkan oleh perusahaan otomotif khususnya Wuling Motor, karena semakin baik Sensory Brand Experience yang diberikan, maka semakin baik Brand Equity dari produk atau merek perusahaan dimata konsumen atau calon konsumen.
Sumber:
Sutrisno, N., Kharismar, E., 2021. ”Peningkatan Daya Saing dan Pangsa Pasar Dalam Bisnis Otomotif Melalui Brand dan Personal Involvement” dalam Jurnal Bisnis dan Akuntansi (hlm. 65-74). https://doi.org/10.34208/jba.v23i1.873.
Komentar
Posting Komentar