Langsung ke konten utama

Tips Membangun Kebiasaan Baru! REVIEW BUKU ATOMIC HABITS

   Halo teman-teman yang saat ini lagi baca blog pertama aku. Perkenalkan namaku Renata Anastasya Simamora, kalian bisa panggil aku Renata, Ata atau apapun senyaman kalian. Aku saat ini berkuliah di Politeknik STMI Jakarta. Nah, jadi langsung saja alasan kenapa aku saat ini pada hari Sabtu, 8 Oktober 2022 membuat blog ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata pelajaran Bahasa Indonesia;). Dosen memberi kebebasan untuk kita mengambil judul apa saja yang akan kita tulis di blog, dan aku sangat tertarik untuk mereview buku yang belakangan ini sedang“hype” lagi. Kenapa hype lagi? karena sebenarnya buku ini sudah terkenal sejak diterbitkan pada tahun 2018. Dan alasan kenapa aku tertarik untuk mereview buku ini adalah karena buku ini sangat mengubah mindset aku untuk bisa lebih produktif lagi dan membantu menjawab pertanyaanku selama ini tentang aku yang susah untuk konsisten dan disiplin melakukan beberapa hal.

    Bagi kalian yang pada saat ini sedang tertarik dengan buku “Atomic Habits” dan sedang mencari ‘keteguhan’ dari review orang untuk membaca buku ini dan tidak sengaja menemukan blog ini, selamat menikmati review dari aku! Semoga kalian terbantu lewat blog ini.

Review Buku
“Atomic Habits”

 

    Jika kalian pernah bertanya-tanya tentang “kenapa sih aku susah banget mempertahankan kebiasaan baru?”. Nah mungkin buku “Atomic Habits” akan menjadi jawaban bagi pertanyaan kalian yang selama ini belum terpecahkan.

 


Sumber gambar: dokumen pribadi 

 


Nama Penulis : James Clear

Nama Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2019

Jumlah Halaman : 340

 

SINOPSIS

    Orang mengira ketika Anda ingin mengubah hidup, Anda perlu memikirkan hal-hal besar. Namun pakar kebiasaan terkenal kelas dunia James Clear telah menemukan sebuah cara lain. Ia tahu bahwa perubahan nyata berasal dari efek gabungan ratusan keputusan-keputusan kecil-dari mengerjakan dua push-up sehari, bangun lima menit lebih awal, sampai menahan sebentar untuk hasrat menelepon.

Ia menyebut semua menjadi atomic habits.

    Dalam buku terobosan ini,  Clear pada hakikatnya mengungkapkan bagaimana perubahan-perubahan sangat remeh ini dapat tumbuh menjadi hasil-hasil yang sangat mengubah hidup. Ia menyingkap beberapa trik sederhana dalam hidup kita (seni Menumpuk Kebiasaan yang terlupakan, kekuatan tak terduga Aturan Dua Menit, atau trik untuk masuk ke dalam Zona Goldilocks), dan menggali ke dalam teori psikologi dan neurosains paling baru untuk menerangkan mengapa semua itu penting. Dalam rangka itu, ia menceritakan kisah-kisah inspiratif para peraih medali emas Olimpiade, para CEO terkemuka, dan ilmuwan-ilmuwan istimewayang telah menggunakan sains tentang kebiasaan-kebiasaan kecil untuk tetap produktif, tetap termotivasi, dan bahagia.

    Perubahan-perubahan kecil ini akan mendatangkan pengaruh revolusioner pada karier Anda, hubungan pribadi Anda, dan hidup Anda.

 

 

REVIEW

    Buku ini berisi tentang kisah inspirasi dari beberapa tokoh yang berhasil mengubah kebiasaan lamanya dan menjadi produktif melalui kegiatan-kegiatan kecil yang dilakukan secara rutin.

Dalam buku ini menjelaskan bahwa ada 3 tahap sederhana untuk mengubah kebiasaan buruk, yaitu:


Sumber gambar: dokumen pribadi


1. Menentukan Hasil yang Diinginkan


    Jadi tahapan yang pertama kamu perlu memahami hasil akhir apa yang ingin didapat setelah kebiasaan buruk tersebut berubah. Sebagai contoh, kamu memiliki kebiasaan buruk suka menggigiti kuku. Kamu harus bisa membayangkan hasil apa yang didapat setelah kamu berhenti menggigiti kuku, seperti kamu ingin kukumu terlihat lebih rapih atau mempercantik bentuk kuku kamu dengan memberikan aksesoris/cat kuku. Yang intinya kamu perlu mempunyai goals untuk mendapatkan perubahan seperti yang kamu inginkan.


2. Proses


Sumber gambar: dokumen pribadi


“Sukses adalah produk kebiasaan sehari-hari, bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup”. —Atomic Habits (Clear, 2018)


    Seringkali kita gagal mengubah kebiasaan buruk karena proses yang dilakukan salah. Jadi definisi kebiasaan yang baik adalah kebiasaan yang tidak langsung berubah 180° melainkan melalui hal-hal kecil. Oleh karena itu buku ini berjudul “Atomic Habits” yang diartikan ke bahasa Indonesia “kebiasaan-kebiasaan yang sangat kecil (seperti atom).”, maksudnya adalah perubahan yang dilakukan secara kecil dan bertahap yang tidak langsung berubah secara drastis. Perubahan seperti itulah yang akan memberikan hasil yang luar biasa. Contohnya, kamu tidak suka berolahraga namun ingin merubah kebiasaan itu, kamu tidak bisa mengambil waktu gym 2 atau 3 jam secara langsung karena hal seperti itu pasti akan gagal. Jadi caranya adalah dengan mulai bangun tidur tepat waktu, kemudian memilih untuk berpergian jarak dekat dengan berjalan kaki. Mulai membangun kebiasaan baik yang kecil/simple secara terus-menerus, dengan cara seperti itu dalam jangka waktu panjang kebiasaan buruk akan berubah lebih cepat dari yang kalian duga.


3. Identitas


“Menjadi versi terbaik diri Anda menuntut Anda terus-menerus mengedit keyakinan-keyakinan Anda (keyakinan buruk tentang diri Anda), dan meningkatkan serta memperluas identitas Anda.” —Atomic Habits (Clear, 2018)


    Banyak orang ingin merubah kebiasaan buruknya tapi hanya berfokus kepada hasilnya saja. Padahal yang terpenting adalah bagaimana perubahan itu terjadi pada diri kita secara natural. Dengan cara mengubah cara pandang kita terhadap lingkungan dan diri kita sendiri.

    Sebagai contoh, ada 2 orang sedang berusaha berhenti merokok. Ketika ditawari rokok, orang pertama menjawab, “Tidak, terima kasih. Saya berusaha berhenti.” Kedengarannya seperti jawaban yang masuk akal, padahal orang ini masih percaya bahwa dia adalah perokok yang sedang berusaha melakukan hal lain. Dia berharap perilakunya berubah sembari membawa keyakinan yang sama seperti semula.

    Orang kedua menolak dengan berkata, “Tidak, terima kasih. Saya bukan perokok.” Itu perbedaan kecil, tapi pernyataan ini mengisyaratkan perubahan identitas. Merokok adalah bagian dalam kehidupan lama, bukan kehidupan saat ini. Dia tak lagi mengidentifikasi diri sebagai orang yang merokok. 


    Lupakan GOALS, usahakan bangun SYSTEM, cara ini menekankan bahwa goals dan system adalah 2 hal yang berbeda. Goals/Tujuan adalah hasil yang ingin dicapai. Sedangkan system adalah proses yang mengarah pada hasil tersebut.

James Clear mengingatkan kita untuk fokus membangun sistem yang bisa membawa kita lebih dekat kepada tujuan yang kita inginkan.


“Bagaimanapun, usaha itu tidak sia-sia, hanya ditabung. Mungkin agak lama kemudian nilai sejati usaha-usaha terdahulu itu tersingkap.” —Atomic Habits (Clear, 2018)

 

    Mungkin jika review dari aku kurang jelas dan sulit dimengerti bagi kalian. Aku sangat merekomendasikan kalian untuk langsung membaca buku ini. Karena aku percaya setiap orang akan dibukakan prinsip-prinsip baru yang mungkin berbeda lewat membaca buku ini. Aku harap kalian terbantu lewat reviewku ini, Terima kasih!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OBSERVASI PENGGUNAAN E-WALLET BAGI MAHASISWA DI POLITEKNIK STMI JAKARTA

PENGGUNAAN E-WALLET BAGI MAHASISWA DI POLITEKNIK STMI JAKARTA Irma Padma Wijayanti ¹, Kemas Michael Glody ², Kiki Aryanti ³, Renata Anastasya Simamora ⁴, Putri Dina Ramadhani ⁵   Program Studi Administrasi Bisnis Otomotif, Politeknik STMI Jakarta Jl. Letjen Suprapto No.26, RT.10/RW.5, Cemp. Putih Tim., Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10510 Telp. 021-42886064 Fax.021-42888206 Email: kemasmichael@gmail.com Abstrak P engguna internet berkembang pesat dari waktu ke waktu di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sehingga, kebutuhan konsumen dalam hal melakukan pembayaran berubah ke arah pembayaran nontunai yaitu e-wallet yang menjadi potensi besar di pasar e-commerce . Melalui penelitian ini, faktor penentu minat Mahasiswa/i Politeknik STMI Jakarta, terkhusus program studi Administrasi Bisnis Otomotif angkatan 2022/2023 akan dianalisis melalui penelitian kuantitatif yang datanya dikumpulkan dengan angket. Responden berjumlah 31 orang yang bera...

Kisah Keluarga Ajaib Yang Tinggal Di Pegunungan Kolombia Yang Bernama ENCANTO

      Ecanto merupakan film buatan studio Disney yang tayang pada akhir tahun 2021 dan yang salah satunya sempat  booming  di Indonesia. Encanto sendiri adalah film musikal fantasi komedi animasi oleh Walt Disney Animation Studio yang berlatar belakang fantasi dari Kolombia.  Sinopsis      Encanto menceritakan kisah keluarga Madrigals yang luar biasa, yang hidup tersembunyi di pegunungan Kolombia, di tempat yang menakjubkan dan mempesona yang disebut Encanto. Kisah Encanto berpusat pada satu keluarga ajaib mereka tinggal dalam satu rumah yang berada di sebuah kota bernama Encanto yang terletak di pegunungan Kolombia. Seluruh anggota keluarga ini memiliki kemampuan spesial. Mulai dari Isabela, The Golden Child, putri sulung dari keluarga Madrigal ini memiliki kemampuan untuk membuat bunga bermekaran dan menumbuhkan berbagai jenis tanaman.       Lalu ada Luisa, The Strongest One, memiliki tubuh super-kuat yang bahkan bisa me...

Opini Sekelompok Mahasiswa Politeknik STMI Jakarta Mengenai Keterampilan Berkomunikasi Jerome Polin

Sumber Gambar:  https://no.pinterest.com/pin/626141154443041130/ Profile singkat Jerome Polin Sijabat, B.Eng. Lahir di Jakarta 2 Mei 1998, anak kedua dari pasangan Marojahan Sintong Sijabat (Ayah) dan Chrissie Rahmeinsa (Ibu). Jerome adalah seorang youtuber, pengusaha dan selebriti internet. Jerome dikenal sebagai youtuber yang sangat menyukai matematika. Karir Jerome dimulai saat dia membuka  channel  di  youtube  yaitu “Nihongo Mantappu” yang berlatar belakang pendidikan pada bulan Desember 2017. Namanya dikenal begitu pesat saat dia membagikan konten edukasi yang membahas pelajaran bahasa Jepang. Jerome Polin mengambil pendidikan S1 jurusan matematika terapan di Waseda University, Jepang. Opini Menurut kami Jerome Polin adalah sosok yang sangat memotivasi untuk anak muda Indonesia. Karena lewat konten edukasinya yang membahas mulai dari soal-soal UTBK hingga pengalamannya untuk mendapat beasiswa dan berkuliah di Jepang mampu mendorong minat penontonnya yang d...